Pembentukan

Sejarah

Selama ini, semangat pembentukan paguyuban telah digaungkan oleh para pegawai DJP pada beberapa forum seperti forum Kepala Bagian Umum, Forum AR, dll. Adanya paguyuban yang lebih besar diharapkan mampu menciptakan program-program peningkatan kesejahteraan yang selama ini dinilai belum dapat dipenuhi oleh organisasi formalnya, di antaranya program asuransi tambahan seiring semakin kompleksnya kebutuhan saat ini. Adanya paguyuban yang lebih besar diharapkan dapat merancang program yang lebih tersentral seperti program peduli bencana, peduli sesama pegawai (pegawai yang meninggal dunia atau sedang dilanda musibah) dan kegiatan social lain yang lebih besar.

Di samping itu, perkumpulan informal sangat berpengaruh terhadap iklim organisasi sehingga pegawai lebih bangga terhadap organisasi formalnya. Oleh karena itu, segenap pimpinan di DJP mendukung dibentuknya paguyuban tersebut. Sebagai tindak lanjut, dalam Rapimnas DJP IV Tahun 2019 telah disepakati terbentuknya paguyuban DJP yang bernama Perkumpulan cakti Buddhi Bhakti (CBB).

Maksud dan Tujuan

  • Menciptakan sikap dan sifat gotong royong, saling tolong menolong serta mempererat tali silaturahmi antar pegawai DJP dalam upaya meningkatkan kesejahteraan bersama.
  • Menjaga esprit de corps (jiwa korsa) yaitu perasaan sebagai suatu kesatuan, kecintaan dan kebanggan menjadi pegawai Direktorat Jenderal Pajak.

Dasar Pendirian

Perkumpulan ini dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0011083.Ah.01,07.Tahun 2019 tanggal 21 Oktober 2019.